Ikan Cupang Alam Terbanyak di Indonesia

Ikan Cupang Khas Asli IndonesiaIndonesia kaya akan hias dan menjadi negara penghasil ikan hias terbanyak di dunia setelah Thailand. Untuk kategori ikan cupang, di alam Indonesia terdapat banyak sekali jenis dan tipe Cupang yang tersebar diberbagai pelosok dan berada dihabitat aslinya.

Penggila cupang, Joty Atmadjaja (46), mengatakan, Indonesia adalah penghasil ikan cupang hias terbesar kedua di dunia setelah Thailand. Namun, untuk cupang alam, Indonesia nomor satu di dunia. ”Cupang alam ini adalah yang masih asli di habitatnya. Indonesia kaya sekali. Saat ini kita memiliki 40-an spesies cupang yang sudah diidentifikasi,” katanya. Joty saat ini mengoleksi 15 spesies cupang alam untuk dibudidaya.

INBS bekerja sama dengan Departemen Kelautan dan Perikanan RI akan terus mengidentifikasi cupang karena diyakini Indonesia masih mempunyai banyak spesies cupang. ”Terakhir, beberapa jenis cupang hias ditemukan oleh pakar ikan cupang Dr Sudarto, dari Papua,” kata Joty.

Banyak yang istimewa dari Cupang. Pertama adalah warna-warna yang tajam seperti merah, oranye, emas, hitam, biru, kuning, tembaga, yang semuanya mengkilat. Ada juga kombinasi warna seperti kombinasi dalam ikan koi. Soal bentuk, yang istimewa adalah ekornya. Ada berbagai bentuk ekor, antara lain crowntail atau serit (ekornya berjumbai-jumbai dan berduri), half-moon (ekor mengembang membentuk huruf D, membentuk sudut 180 derajat), doubletail (ekor seperti terbelah menjadi dua dan mengembang), dan fantail (ekor melingkar).

Di pentas dunia, ikan cupang akrab disebut betta fish atau ada yang menyebut the Siamese fighting fish lantaran ikan ini diakui paling banyak berasal dari Thailand dan suka berkelahi. Ikan cupang dikenal sebagai ikan aduan dan pelahap jentik nyamuk.

”Makanya, penggemar ikan cupang enggak ada yang sakit demam berdarah. Jentik nyamuknya udah dimakan cupang, he-he-he,” gurau Toni Hidayat (29), Ketua Umum Ketua Komunitas Indo Betta Splendens (INBS) yang sehari-hari berbisnis di bidang teknologi informasi.

Cupang, disebut Toni, sebagai ikan hemat energi dan antipemadaman listrik. Cupang tidak membutuhkan listrik untuk menggerakkan pompa yang menyedot air dari dan ke filter seperti saat memelihara ikan koi, misalnya. Tidak pula membutuhkan gelembung udara untuk aerator. ”Cukup dicemplungkan ke air, dia akan hidup. Ikannya bandel dan jarang sakit,” imbuhnya.

Save